Sabtu, 24 Maret 2012

Takut Tomcat, Tantri Kotak Minum Vitamin

tanti.jpg
Heboh serangan serangga Tomcat di Surabaya, Jawa Timur, membuat vokalis grup Kotak, Tantri, ikut dilanda ketakutan. Apalagi, ketika ia dan rekan-rekan Kotak-nya manggung di kota tersebut.

Karena itu, ketika Kotak tampil di Surabaya, Tantri sengaja meminum vitamin supaya daya tahan tubuhnya kuat. "Bisanya luar biasa. Seram pasti. Takut aja pas manggung di Surabaya. Itu juga yang ditakutkan ke Jakarta," ujarnya ketika ditemui di kawasan, Kemang, Jakarta Selatan.

Tantri berharap Pemerintah setempat melalui aparatnya bisa mengatasi penyebaran serangga itu untuk menekan jatuhnya korban manusia. "Harapan aku aja, semoga bisa dipercepat penanggulangannya, biar enggak terlalu banyak makan korban," ucapnya.

Tomcat dalam seketika menjadi buah bibir di Surabaya. Tubuh serangga itu mengandung racun yang membuat korbannya mengalami gatal-gatal.

Editor : soni
Sumber : Kompas.com

Rabu, 21 Maret 2012

Kisah Seorang Penarik Becak di Kota New York


Frankie Legarreta, seorang pengemudi becak di pusat kota New York bersama penumpangnya (foto: dok).
Seorang penarik becak di pusat kota New York mengatakan bahwa menghindari kemacetan lalu lintas dengan kendaraan beroda tiga itu adalah satu-satunya cara hidup yang dipilihnya.
“Bersiaplah. Rasanya akan seperti naik roller coaster atau halilintar!,” demikian ujar Frankie Legarreta, seorang pengemudi becak di Manhattan, New York.
Selama lebih dari enam tahun, Frankie telah menggeluti pekerjaan membawa penumpang di sekitar Central Park, kota New York dengan kendaraan beroda tiga itu, yang biasa disebut "pedicab" atau sejenis becak dengan penumpang berada di belakang pengemudi. Semua itu bermula dengan seorang teman yang punya banyak waktu luang.
"Saya bertanya apa pekerjaan Anda, dan dia menjawab, ‘saya bekerja sebagai pengemudi becak.’ Saya kemudian bertanya, pekerjaan apa itu, dan pada suatu hari ia membawa saya ke sini. Saya bosan bekerja di kantor dan saya memulai pekerjaan ini....," ujar Frankie lagi.
Sejak itulah, Frankie kemudian menjadi semakin ahli dalam pekerjaannya, tidak hanya sebagai pengemudi becak tapi juga merangkap sebagai guide atau pemandu wisata bagi para penumpang yang dibawanya berkeliling ke berbagai tempat menarik di kota New York.
Misalnya, Frankie menunjukkan beberapa tempat di New York dan memberikan informasi seperti ini:
“… Ini adalah salah satu lapangan es untuk bermain sepatu luncur paling menyenangkan di seluruh kota New York.... banyak pepohonan dan bebatuan dan tupai di sini.... ini adalah FAO Schwartz, toko mainan terbesar di kota New York.... dan juga ada toko produk-produk Apple di lantai bawah... ... Woo, saya perlu udara segar!" 
AP
Beginilah suka duka menjadi seorang penarik becak di kota New York (foto: dok).
Frankie Legarreta menambahkan, “Begitu saya memulai pekerjaan ini saya pikir ini adalah cara yang hebat untuk mencari nafkah. Dengan cara ini saya bisa bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang dari seluruh pelosok dunia.”
Misalnya, salah seorang penumpang becak Frankie berasal dari Paris, Perancis. “Hello from Paris!!! Hello! Hello!,” ujar si turis asala Perancis.
Selanjutnya, Frankie Legarreta juga mengatakan, “Pekerjaan (menarik becak) ini sesungguhnya membantu saya tumbuh secara rohani dan juga secara fisik. Yeaaaaaah! “
Apa yang dikatakan Frankie itu benar. Dia menggenjot becak sejauh 32 kilometer ke dan dari tempat mangkalnya setiap hari. Katanya, berat badannya telah turun lebih dari 16 kilogram karena perjalanan ke dan dari tempat kerjanya itu.
Tetapi tetap sehat hanyalah sebagian manfaat dari pekerjaan itu. "Ini adalah kenikmatan dalam hidup saya dalam hal mencari nafkah. Saya benci bekerja di kantor dengan ruangan ber-AC. Saya mendapat penyejuk udara bebas di sini,” kata Frankie.
Frankie Legarreta mengatakan dia tidak pernah merasa letih menggenjot becaknya berkeliling Manhattan. Tapi dia selalu menantikan waktu bebas setelah seharian bekerja.
“Saya di rumah bersama keluarga, dengan anak-anak, bersenang-senang. Selama kita bisa membayar semua tagihan, dan kita kekurangan dari segi keuangan ... maka sesungguhnya kita bisa bahagia. Benar, ini semua terkait dengan rasa bahagia,” papar Frankie sambil bersyukur.
Dan tampaknya Frankie memang seperti itu – bahagia. Dia mengatakan selama tubuhnya tetap sehat, dia akan baik-baik saja menjadi pengemudi becak merangkap sebagai pemandu wisata bagi para wisatawan yang menumpang becaknya selama beberapa dekade lagi 
sumber : VOA

Selasa, 20 Maret 2012

Nasi Putih Tingkatkan Risiko Diabetes

Kompas.com - Epidemi diabetes di beberapa negara Asia diduga kuat ada hubungannya dengan kebiasaan orang-orang Asia mengonsumsi nasi putih. Penelitian mengenai hal itu dilakukan tim peneliti dari Harvard School of Public Health.
shutterstock


"Apa yang kami temukan adalah nasi putih meningkatkan risiko diabetes tipe dua, terutama pada populasi yang konsumsi nasi putihnya cukup tinggi seperti di Asia. Tetapi bukan cuma nasi putih yang perlu diwaspadai, namun pola makan keseluruhan," kata Qi Sun, peneliti.

Dalam British Medical Journal, Sun dan timnya melakukan analisis empat studi yang sudah dipublikasikan. Studi-studi tersebut dilakukan di Cina, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat. Seluruh studi melibatkan 350.000 orang selama 22 tahun. Lebih dari 13.000 responden menderita diabetes tipe 2.

Pada penelitian yang dilakukan di Cina dan Jepang, keduanya adalah negara yang makanan pokoknya beras putih, risiko penduduknya terkena diabetes melitus 55 persen lebih tinggi dibandingkan negara yang konsumsi nasinya rendah. Sebagai perbandingan, risiko diabetes di Amerika Serikat dan Australia hanya 12 persen. 

Responden penelitian di negara Asia rata-rata mengonsumsi nasi putih 3-4 kali dalam sehari, sedangkan orang di negara Barat hanya mengonsumsi satu sampai dua kali dalam seminggu. 

Beras putih adalah jenis beras yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Selain sebagai sumber energi dan protein, beras juga mengandung mineral. Akan tetapi proses penyosohan pada beras putih menyebabkan sebagian besar mineral dan juga seratnya terbuang.  

Sementara itu beras merah sebaliknya. Ia mengandung lebih banyak serat, magnesium dan vitamin. Beras ini juga memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga tidak cepat menaikkan kadar gula darah.

Salah satu kekurangan penelitian yang dilakukan Sun adalah tidak tersedia data yang detail mengenai apa yang dikonsumsi para responden selain beras. Meski begitu Sun mengatakan ada konsistensi dari keempat penelitian tersebut.

Diabetes melitus saat ini diderita sekitar 350 juga orang di seluruh dunia. Pola makan hanyalah salah satu faktor pemicu penyakit yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh memproses hormon insulin. Kurang olahraga dan obesitas juga menjadi faktor risiko penyakit ini.

Ketika Rokok dan ASI Diberikan Bersama


KOMPAS.com - Anda mungkin sering bertanya, apakah ibu menyusui yang merokok dapat memberikan ASI? Jawabannya ya. Seorang ibu yang tidak bisa berhenti merokok harus tetap menyusui. ASI memberikan banyak manfaat untuk bayi terutama untuk kekebalan tubuh, sehingga membantu memberikan perlindungan untuk bayi dalam memerangi penyakit. 
SHUTTERSTOCK
Orangtua merokok menjadikan anak sebagai perokok pasif. Anak bisa mengalami masalah tekanan darah tinggi begitu anak mencapai usia masuk sekolah.


Penelitian telah membuktikan bahwa ASI dapat menurunkan risiko efek samping yang secara negatif ditimbulkan oleh asap rokok, seperti penyakit paru-paru pada bayi. Memang akan jauh lebih baik apabila ibu tidak merokok, namun jika ibu tidak bisa berhenti merokok, maka lebih baik ibu merokok dan menyusui ketimbang ibu merokok tapi memberikan susu formula. 

Tetapi walau bagaimana pun, akan lebih baik jika Anda mengurangi atau berhenti merokok ketika menyusui bayi. Pasalnya, semakin banyak rokok yang Anda hisap, semakin besar pula risiko kesehatan yang akan didapat oleh Anda dan bayi. Jika Anda tidak dapat berhenti merokok, minimal Anda harus mengurangi jumlah rokok yang Anda hisap untuk meminimalisir risiko yang akan diterima oleh bayi Anda.

Apa yang terjadi pada bayi ketika mereka terkena asap rokok?

* Bayi dan anak-anak yang terkena asap rokok mempunyai risiko terkena pneumonia lebih tinggi, asma, infeksi telinga, bronkitis, infeksi sinus, iritasi mata, dan sesak napas.
* Kolik pada bayi sering lebih sering terjadi terutama jika ibu yang menyususi atau ayah merokok.
* Ibu yang merokok dan menyusui akan memicu mual, muntah, kram perut dan diare pada bayi.
* Bayi dari ibu atau ayah yang merokok tujuh kali memiliki kesempatan lebih besar meninggal akibat sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
* Anak-anak dari orang tua perokok, dua sampai tiga kali lebih sering berkunjung ke dokter - umumnya karena gangguan pernapasan terkait infeksi atau alergi.
* Anak-anak yang terkena asap rokok di rumah, cenderung memiliki tingkat HDL (kolesterol baik) lebih rendah. Padahal kolesterol ini dapat membantu melindungi anak dari penyakit arteri koroner.
* Anak-anak dari orang tua perokok lebih mungkin menjadi perokok dikemudian hari.
* Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa anak yang kedua orangtuanya merokok memiliki risiko dua kali lipat menderita kanker paru-paru di kemudian hari.

Bagaimana meminimalisir risiko pada bayi jika Anda merokok?


* Jika Anda mampu dan sanggup, lebih baik berhenti merokok secara keseluruhan.
* Kurangi. Semakin sedikit Anda merokok, maka lebih kecil risiko yang mungkin diderita oleh bayi Anda. Risiko akan meningkat jika Anda merokok lebih dari 20 batang per hari.
* Jangan merokok sebelum, saat dan setelah menyusui. Hal ini akan menghambat produksi ASI dan berbahaya untuk bayi Anda.
* Jika Anda merokok sebelum memberikan ASI, sebaiknya tunggu setidaknya sekitar 95 menit untuk menetralisir kadar nikotin dari tubuh Anda.
* Hindari merokok di ruang yang sama dengan bayi Anda. Jangan biarkan orang lain merokok di dekat bayi Anda.
Sumber 

Cara Menyusui Pengaruhi IQ Anak?

SHUTTERSTOCK
selain bisa mencerdaskan bayi, ASI juga penting untuk meningkatkan hubungan batin ibu dan anak.
KOMPAS.com - Manakah yang lebih baik, memberikan Air Susu Ibu (ASI) berdasarkan keinginan bayi atau harus disesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan? Ternyata, hasil penelitian terbaru mengindikasikan bahwa aktivitas menyusui berdasarkan keinginan bayi (demand-fed) berkaitan dengan skor IQ yang lebih tinggi pada usia anak-anak, meski hubungan antara keduanya masih perlu diteliti lebih jauh .

Para ilmuwan dari Universitas Essex dan Universitas Oxford Inggris melakukan penelitian dengan cara mengkaji data  10.000 anak yang lahir di awal 1990-an di kota Bristol. Skor IQ anak usia 8 tahun yang ketika bayi menyusui berdasarkan keinginan (demand-fed) mencetak rata-rata empat hingga lima poin lebih tinggi dibandin anak yang menyusuinya berdasarkan jadwal (schedule-fed). 

Seperti dipublikasi dalam jurnal European Journal of Public Health,  perbedaan skor IQ juga tampak ketika anak-anak menjalani tes pada usia lima, tujuh, 11 dan 14 tahun.

"Perbedaan antara anak yang menyusui berdasarkan keinginan dan jadwal ditemukan, baik pada bayi yang diberi ASI maupun susu botol," kata peneliti utama Maria Iacovou dari University of Essex.

"Untuk memberi kesan adanya perbedaan adanya empat atau lima poin lebih tinggi pada skor IQ pada sebuah kelas yang terdiri dari 30 orang misalnya, seorang anak yang tepat berada di peringkat tengah semisal peringkat ke-15, dengan perbaikan empat atau lima poin  IQ, akan mendapat peringkat lebih tinggi  antara ke-11 atau 12 di dalam kelas," tambah Maria

Meski demikian, Maria menekankan bahwa penemuan ini masih dalam tahap awal sehingga haruslah berhati-hati untuk menyimpulkan adanya hubungan pasti antara pola menyusui dengan skor IQ.

"Penelitian ini adalah yang pertama dan satu-satunya, dan penelitian lanjutan dibutuhkan sebelum kita dapat mengatakan secara pasti bahwa cara menyusui pada bayi akan memberi dampak jangka panjang pada IQ dan kemampuan akademis anak. Dan sebelum kita dapat mengatakan secara definitif  mekanisme apa yang ada dibalik hubungan ini," tambahnya. 

Senin, 19 Maret 2012

Bebas Cemas Bukan Mustahil


SHUTTERSTOCK
Kompas.com - Situasi yang tidak menentu kerap menimbulkan kecemasan. Ada strateginya agar stres tidak sampai melanda.
Kecemasan: Pekerjaan Kepastian akan status karyawan kini menjadi impian banyak orang dalam kondisi ekonomi seperti sekarang. Sulitnya mencari pekerjaan juga menjadi tambahan rasa cemas.
Atasi dengan: Tetap berpijak pada realistas setiap hari menjadi cara yang baik untuk menghindari stres. Buka telinga seputar kondisi keuangan perusahaan, sinyal-sinyal perusahaan akan tutup biasanya sudah bisa terlihat.
Sebelum benar-benar terjadi penutupan perusahan atau pengurangan karyawan, mulailah mencari pekerjaan baru. Jajaki semua kemungkinan yang ada untuk mengirimkan lamaran, termasuk juga melalui jasa head hunter.
Kecemasan: Kesejahteraan anak Ada banyak hal yang sering dicemaskan orangtua terhadap anak-anaknya. Ini adalah hal yang alamiah, sebagai bentuk cinta orangtua pada buah hatinya. Kecemasan biasanya akan lebih besar jika anak mengidap penyakit tertentu atau termasuk anak berkebutuhan khusus.
Atasi dengan: Carilah dokter anak yang Anda percaya. Salah satu tugas dokter anak adalah membantu orangtua mengenali mana yang perlu dikhawatirkan dan mana kondisi anak yang normal.
Bila yang jadi sumber kecemasan Anda bukan masalah kesehatan, misalnya prestasi akademiknya, tanyakan pada diri Anda apakah si kecil butuh les tambahan. Tapi, Anda juga perlu belajar menerima hal-hal yang tidak pasti karena itu bisa membantu Anda mengenal keuletan dan daya juang anak.
Kecemasan: Kesehatan Kebanyakan orang khawatir pada status kesehatan saat ini dan masa yang akan datang. Apalagi dengan bertambahnya usia, penyakit seringkali menghampiri.
Atasi dengan: Mencegah lebih baik daripada mengobati. Prinsip ini sangat tepat untuk menjawab kekhawatiran Anda. Mulailah melakukan skrining sejak dini dan tanyakan pada dokter gejala-gejala penyakit yang mulai dirasakan. Kemudian, mulailah berpikiran positif dengan menjalankan gaya hidup sehat. Perbaiki pola makan dan mulailah berolahraga.
Kecemasan: Finansial Anda mungkin tumbuh dalam keluarga yang selalu khawatir akan kondisi keuangan atau sekarang merasa kurang puas dengan gaji yang diterima. Banyak orang yang percaya punya banyak uang akan membuat mereka merasa aman. Tapi sebenarnya banyak orang yang mencari uang untuk menggantikan apa yang kurang dari diri mereka, cinta, kepercayaan diri atau kekuasaan.
Atasi dengan: Lakukan perencanaan keuangan dan teliti jumlah pengeluaran Anda setiap bulan. Catatlah jumlah pemasukan dan berapa banyak yang dibelanjakan. Hal ini bisa membantu Anda apa yang sebenarnya perlu ditakutkan. Selain itu, hindari membandingkan kondisi finansial dan kebahagiaan dengan orang lain yang lebih kaya. Hal ini bisa menambah kecemasan dalam hidup Anda.
Kecemasan: Hubungan dengan pasangan Sebuah hubungan bisa sarat dengan tantangan. Terlebih jika Anda pernah dikhianati pasangan atau tumbuh dalam keluarga yang tidak utuh. Tanpa disadari hal ini menimbulkan "luka" psikologis dan berpengaruh pada cara Anda memandang hubungan yang sedang dijalani.
Atasi dengan: Tanyakan pada diri sendiri seberapa sering Anda marah atau frustasi pada pasangan dan pada situasi apa hal itu biasanya muncul. Tuliskan semua kekhawatiran Anda karena hal itu bisa membantu menjernihkan pikiran. Carilah waktu yang tenang untuk bicara dengan pasangan. Bersikaplah jujur namun tidak menyerang. Bila Anda dan pasangan makin jarang merasa menikmati waktu bersama, itu adalah tanda hubungan Anda mulai bimbang

Nyeri Dada akibat Rasa Cemas



shutterstock

TANYA :
Dok, saya seorang pria berusia 50 tahun. Memiliki anak dua dan bekerja sebagai guru SMA. Masalah saya adalah sering mengalami nyeri dada sebelah kiri. Sekitar 2 tahun lalu, saya sering ke dokter spesialis penyakit jantung, namun nyeri selalu saya alami. Selain konsul dengan dokter ahli jantung, saya konsul dengan psikiater. Katanya, saya memiliki gangguan kecemasan dan memang saya orang yang pencemas (was-was).
Hasil EKG jantung menunjukan adanya kelainan yang disebut CRBB (complete bundle branch block). Tetapi dokter ahli jantung di Makassar bilang tidak perlu dikhawatirkan. Banyak dokter yang saya datangi. Akhirnya, saya tidak lagi konsul ke dokter ahli jantung, tapi hanya konsul ke psikiater saja sampai saat ini. Pernah saya ke dokter ahli penyakit dalam, dan CRBB itu katanya disebabkan oleh kecemasan yang begitu tinggi dan menurutnya pengaruh psikosomatis. Bagaimana menurut pandangan dokter ?
(Adhyreza, 50, Palu)
JAWAB :
Bapak Adhyreza yang baik,
Gangguan cemas apalagi tipe gangguan cemas panik memang sering mengeluhkan gangguan jantung ketika ditanya tentang apa yang paling mengganggunya. Survei yang saya lakukan kepada 81 pasien yang mengalami gangguan panik, keluhan jantung berdebar-debar masih menempati urutan teratas (70%) dari keluhan-keluhan yang sering dialami, keluhan berikutnya adalah kebingungan (62.5%) dan perasaan mau mati (58.8%) serta sesak napas (52.5%). 
Dokter jantung dan psikiater memang seharusnya waspada bahwa kejadian, manifestasi gejala dan perkembangan penyakit jantung dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis. Sebaliknya, status kesehatan jiwa seseorang juga dipengaruhi oleh adanya penyakit jantung dan pengobatannya.
Maka dari itu, apa yang bapak lakukan sudah benar. Bapak telah berkonsultasi ke dokter jantung, penyakit dalam dan psikiater. Jika memang dari pemeriksaan obyektif jantung tidak terdapat masalah yang bermakna untuk keluhan bapak saat ini, maka mungkin benar apa yang dikatakan dokter bapak bahwa bapak mengalami keluhan Psikosomatik dengan dasar diagnosis Gangguan Cemas Panik.
Pasien-pasien saya hampir 80 persen lebih mengalami gangguan kecemasan dan yang paling banyak memang gangguan cemas panik. Berdasarkan hasil survey 2009 di Klinik Psikosomatik RS OMNI,  kebanyakan keluhan mereka memang rasa tidak nyaman terkait jantungnya. Penyakit ini bisa disembuhkan, walaupun ada kemungkinan kambuh. Tetapi kalau benar-benar bisa berobat dengan baik dan menjaga kesehatan mental dan fisik, maka biasanya jarang kambuh. Semoga bapak segera cepat sembuh
.

Cemas ? Apakah Ada Obatnya ,



Shutterstock
Ilustrasi

KOMPAS.com - 
Saya mengikuti berbagai macam forum di Facebook ataupun Kaskus. Banyak juga di antara pembaca artikel saya di Kompasiana atau blog pribadi saya bertanya kepada saya lewat email ataupun posting komentar. Pertanyaan mereka biasanya berkisar tentang apakah mereka menderita gangguan kecemasan yang banyak rupanya itu.
Untuk pertanyaan seperti ini, biasanya saya agak sulit memberikan jawaban karena tidak memeriksa langsung pasien. Biasanya saya hanya memberikan penjelasan sedikit tentang kemungkinan diagnosis yang dialami oleh penanya dengan dilatarbelakangi keluhan-keluhan yang ada. Namun ketika saya ditanyakan masalah obat apa yang paling cocok untuk gangguan kecemasan, maka tulisan di bawah ini mungkin bisa menjawab pertanyaan para pasien selama ini.
A. Psikofarmaka
Perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran khususnya di bidang pengobatan telah melahirkan obat-obatan terbaru di bidang ini. Khusus untuk gangguan kejiwaan, tahun 1990an sampai sekarang kelihatan tampak pesat sekali perkembangan obat-obatan gangguan kejiwaan terutama gangguan kecemasan. Beberapa penelitian berbasiskan bukti telah dilakukan oleh peneliti di dalam maupun di luar negeri. Berbagai macam ras dan warna kulit telah mengikuti penelitian ini, hasilnya adalah suatu penilitian-penelitian yang berbasis bukti yang bisa diaplikasikan dalam praktek sehari-hari karena telah mengikuti metode yang tepat dan aman.
Obat-obatan seperti antidepresan golongan SSRI (Serotonin Selective Reuptake Inhibitor) belakangan dinilai dari berbagai penelitian sebagai obat yang tepat untuk mengatasi berbagai gangguan kecemasan. Sifat obat yang mampu banyak diterima berbagai golongan usia dan ras membuat obat ini menjadi pilihan utama pengobatan gangguan kecemasan. Dahulu sebelum obat ini ditemukan, pengobatan dengan obat golongan anticemas Benzodiazepine adalah pilihan utama. Obat seperti Alprazolam (yang dijual dengan berbagai macam merk) adalah salah satunya.
Namun dengan perkembangan waktu dan semakin banyaknya kasus-kasus ketergantungan dan toleransi obat ini maka belakangan penggunaannya diwaspadai dan tidak digunakan secara tunggal sebagai obat gangguan cemas yang membutuhkan pengobatan jangka waktu lama. Pengobatan pasien gangguan kecemasan dengan antidepresan SSRI juga membutuhkan waktu. Berbagai literatur barat mengatakan waktu antara 12-18 bulan pengobatan agar meminimalkan kekambuhan. Tetapi pada prakteknya banyak perbaikan di dapatkan ketika obat dipakai antara 6-12 bulan saja. Tentunya pemakaian obat ini harus sesuai petunjuk dokter dan sangat bersifat individual. Dalam artian tiap orang akan berbeda waktu pengobatannya tergantung dengan kondisi sakitnya.
B. Psikoterapi
Psikoterapi adalah menggunakan cara-cara psikologis dalam pengobatan. Terapi kognitif seperti CBT (Cognitive Behavior Therapy) adalah salah satu yang paling sering dipakai. Selain itu psikoterapi berorientasi tilikan seperti psikoanalisis pun bisa dilakukan. Trend belakangan adalah munculnya hipnoterapi yang dilakukan oleh banyak orang dengan klaim berbagai macam yang bisa dilakukannya. Secara teoritis untuk melakukan psikoterapi seorang praktisi harus memahami psikodinamika kepribadian manusia. Hal ini dipelajari dan diterapkan dalam latihan-latihan terstruktur yang biasanya didapatkan pada pendidikan dokter spesialis kedokteran jiwa dan pendidikan master untuk psikolog klinis.
Ini berarti sebenarnya tanpa mempelajari dinamika kepribadi dan berlatih secara benar, seseorang tidak bisa mengklaim dirinya mampu melakukan psikoterapi bahkan untuk psikoterapi suportif sekalipun. Namun pada kenyataannya di lapangan ada beberapa dokter non spesialis jiwa atau bahkan praktisi yang mengaku melakukan psikoterapi dalam prakteknya. Saya jadi bertanya-tanya apakah maksud psikoterapi yang dimaknai sama ?
Psikoterapi sendiri dilakukan bukan tanpa hambatan. Banyak kendala untuk melakukan hal ini. Resistensi pasien dan terapis sendiri sering menjadi kendala awal. Biasanya pasien menolak atau terapis mendapati dirinya mengalami countertransference (merasa ada perasaan tidak nyaman ketika bersama pasien diakibatkan pasien mengingatkannya pada sosok bermakna yang traumatis di masa lampau). Belum lagi masalah waktu yang harus ditepati dan disepakati. Tugas-tugas yang harus dilakukan pasien di rumah ketika tidak bersama terapis adalah hal-hal lain yang perlu mendapatkan perhatian. Intinya melakukan psikoterapi yang benar-benar itu ternyata memang tidak mudah.
C. Complementary and Alternative Therapy
Belakangan sering banyak pertanyaan dari penanya apakah ada cara-cara non-obat yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecemasan. Herbal, jamu, buah, atau apapun itu yang dianggap dapat memperbaiki kondisi kecemasan pasien seringkali ditanyakan. Intinya sebagai seorang ilmuwan maka saya hanya bisa mengatakan bahwa apapun terapi yang diberikan sepanjang itu belum atau tidak merupakan hasil penelitian berbasis bukti maka dimasukkan ke dalam terapi alternatif dan tambahan dalam kedokteran.
Kita tentunya tidak bisa langsung setuju jika ternyata ada suatu terapi yang hanya berhasil pada satu atau beberapa orang lalu dikatakan terapi itu adalah terapi yang mujarab untuk semua pasien. Penelitian berbasis bukti perlu untuk membuktikan klaim itu agar menjadi suatu hasil rekomendasi yang benar. Itulah mengapa walaupun mungkin berguna bagi banyak orang beberapa terapi tidak bisa direkomendasikan karena kemungkinan lemah ketika dilakukan dalam penelitian besar.
Memang intinya pengobatan untuk gangguan kecemasan itu sangat individual. Cara tertentu untuk seseorang belum tentu bisa cocok jika dilakukan kepada orang lain. Bahkan pada penggunaan obat-obatan yang sudah dibuktikan lewat penelitian juga bisa terjadi hal-hal yang berbeda untuk tiap orang. Tidak heran begitu banyak jenis obat dan terapi untuk satu jenis gangguan kecemasan saja. Maka dari itu jika anda bertanya kepada saya apakah obat terbaik untuk gangguan cemas, maka jawaban saya semua tergantung kondisi anda.
Salam Sehat Jiw
a

Tumor Bersarang di Tulang Ekor Zulfana


KOMPAS.com/RINI PUTRIZulfana Askia, balita berusia empat bulan, terus digendong oleh ibunya dikarenakan benjolan besar dibagian tulang ekornya terus membesar.
SINJAI, KOMPAS.com - Zulfana Askia, bayi berusia empat bulan terus menangis kendati ibunya telah menggendongnya. Bukan tanpa sebab. Tumor sebesar kepalan tangan orang dewasa bersarang di bagian tulang ekor anak kedua dari pasangan Abdul Hakim (30) dan Sastri (23). Ditemui di rumahnya di Lingkungan Caile, Kelurahan Sangeaserri, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Senin (19/03/2012) sore, Zulfana terlihat terus meringis di dalam dekapan sang ibu.

Lagi-lagi karena keterbatasan dana, Sastri tidak dapat melanjutkan pengobatan anaknya itu. Bukan tanpa usaha pula. Hakim berjuang mencari kerja sebagai pekerja kebun di Kolaka, Sulawesi Tenggara untuk mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan anaknya.

Empat  bulan lalu, Sastri melahirkan dibantu bidan desa. Sejak awal, Zulfana memang terlihat memiliki kelainan. Tumor tepat di tulang ekornya sudah nampak sebesar telur ayam ras. Di usia 12 hari, Sastri dan Hakim bersepakat membawa anaknya ke RSUD Sinjai yang jaraknya lebih 30 kilometer.

Di rumah sakit itu, Sastri dirujuk ke RSU Bhayangkara, Makassar. Namun kasus Zulfina ini menyangkut pembuluh darah, sehingga si bocah kembali dirujuk ke Rumah Sakit Umum Plamonia Makassar. Lagi-lagi Zulfina harus dirujuk ke RSU Lubuang Baji Makassar, karena rumah sakit sebelumnya tetap tidak mampu menanganinya. Terakhir, balita ini dirujuk ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo.

Di RSUD Wahidin Sudiro Husodo itulah, kata Sastri, anaknya bisa ditangani. Namun karena tidak memiliki Jamkesda untuk warga miskin, Sastri bersama suaminya yang kala itu hanya membawa uang sebesar Rp 10 juta terpaksa pulang dengan tangan hampa. "Kata dokter, anaknya bisa diobati jika ada Jamkesdanya, tetapi kita tak punya. Kemudian kami bertanya, jika tidak pakai Jamkesda berapa biaya pengobatannya dan dokternya bilang untuk biaya operasi Rp 20 juta, belum biaya pengobatannya Rp 10 juta, ditambah biaya penginapan Rp 200 ribu per malamnya. Kala itu, kami hanya pegang uang Rp 10 juta," cerita Sastri sembari menangis mencium anak yang digendongnya.

Dirinya khawatir dengan kondisi anaknya, karena semakin hari benjolannya semakin besar dan mempengaruhi tulang lehernya yang juga sudah membengkak. Sementara Hakim, belum bisa pulang jika belum mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan tersebut. Kini tumor Zulfana semakin membesar, dan bahkan sesekali mengeluarkan cairan di sekitar benjolannya itu. 

Ongkos Pelatihan PNS Rp4 Triliun





Ilustrasi. (Foto: okezone)







































Untuk meningkatkan kualitas Pegawai Negeri Sipil (PNS), pemerintah menganggarkan biaya untuk pelatihan PNS sebesar Rp4 triliun pada 2012 ini.

"Kita adakan semacam pelatihan-pelatihan untuk PNS biayanya sebesar Rp4 triliun untuk kurun waktu setahun hingga dua tahun," ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Azwar Abubakar kala ditemui digedung kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Senin (19/3/2012).

Azwar akan mendayagunakan para PNS yang sudah ada agar ke depannya lebih bisa berkualitas lagi. "Kita akan mendayagunakan apa yang sudah ada. Jadi kita bukan hanya menerima saja, tapi juga mengembangkannya juga," paparnya.

Ke depannya, Azwar juga akan mengkaji bahwa akan ada pelatihan untuk PNS tersebut sebelum terjun ke lapangan untuk bekerja.

"Ibaratnya, orang itu sebelum menjadi tentara itu kan ada pendidikan terlebih dahulu sebelum jadi panglima. Makanya kita latih dulu supaya banyak orang yang qualified dan perlu disiapkan," pungkasnya. 

Upaya Pemerintah AS Cegah Remaja Merokok Tak Capai Kemajuan



Menurut laporan baru dari US Surgeon General, pejabat tertinggi kesehatan Amerika, upaya mencegah para remaja dan dewasa muda Amerika merokok, tidak mencapai kemajuan.
Foto: CDC
Contoh iklan anti-rokok yang dilancarkan Departemen Kesehatan Amerika (foto: dok).
Laporan US Surgeon General, pejabat tertinggi kesehatan Amerika, panjangnya hampir 900 halaman. Fokusnya pada pencegahan penggunaan tembakau pada remaja dan orang dewasa muda.
Sementara tingkat penggunaan tembakau secara keseluruhan sudah turun secara drastis sejak laporan pertama Surgeon General lebih dari 40 tahun lalu, laporan ini menunjukkan bahwa anak-anak di bawah usia 10 tahun mulai ketagihan terhadap tembakau yang mematikan ini. Surgeon General Regina Benjamin mengatakan bahwa data ini mengejutkan.
"Setiap hari 1.200 warga Amerika meninggal karena merokok, dan setiap orang yang meninggal ini digantikan oleh dua perokok muda usia,” paparnya.
Tujuan laporan ini adalah untuk menghentikan penggunaan tembakau di kalangan remaja dan dewasa muda. Penelitian menunjukkan bahwa remaja lebih rentan dibandingkan orang dewasa terhadap nikotin, senyawa yang ditemukan secara alamiah pada tembakau, dan penggunaan tembakau mengganggu perkembangan paru-paru. 

Lebih dari 90 persen perokok dewasa mulai merokok sebelum mereka berusia 18 tahun. Banyak di antaranya yang memulai kebiasaan ini ketika berada di sekolah menengah pertama, antara usia 11 sampai 13 tahun.
“Sekarang, lebih dari 600.000 siswa SMP merokok dan tiga juta siswa SMA merokok,” ujarnya lagi.
ASSOCIATED PRESS
Berbagai slogan mengenai bahaya merokok gagal menyurutkan minat generasi muda untuk berhenti merokok (foto: dok).
Penelitian juga menunjukkan bahwa satu dari tiga dewasa muda antara umur 16 sampai dengan 26 tahun merokok. Sebaliknya, kurang dari satu persen perokok memulainya sesudah usia 26 tahun.
Dr. Benjamin memaparkan rencana untuk meluncurkan kampanye media yang ditargetkan pada orang muda, seperti ini: "Pada usia 12 tahun saya menghisap rokok pertama saya. Pada usia 15, saya sudah kecanduan. Pada usia 40 tahun, saya akan menderita penyakit paru-paru."

"Saya ingin generasi selanjutnya bebas rokok. Itu adalah tujuan utamanya, untuk memiliki generasi bebas rokok pada masa depan,” ujarnya.
Dr. Benjamin ingin melibatkan orangtua dan guru serta mengembalikan fokus pada program anti- rokok berbasis komunitas, termasuk program-program di sekolah-sekolah.
Laporan ini mengkritik perusahaan tembakau yang meluncurkan kampanye iklan dengan target orang-orang muda usia serta membuat rokok tampak seolah-olah permen tembakau.

Laporan ini juga mengulas efektifitas penerapan pajak penjualan lebih tinggi pada produk tembakau, sehingga membuat rokok terlalu mahal untuk kantong kebanyakan remaja. 

Seorang juru bicara Departemen Kesehatan Amerika Serikat mengatakan bahwa membantu orang muda untuk menghindari kecanduan rokok akan menurunkan jumlah penyakit yang disebabkan tembakau, mengurangi tingkat kematian prematur dan akan menyelamatkan banyak keluarga dari penderitaan emosional yang disebabkannya.